Rabu, Februari 4, 2026
Google search engine
BerandaDaerahIndonesia Turut Gabung Dalam Dewan Perdamaian Buatan Trump

Indonesia Turut Gabung Dalam Dewan Perdamaian Buatan Trump

saranarakyat.com: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan, Indonesia dan negara-negara Kawasan Timur Tengah lainnya menyambut baik undangan Trump untuk bergabung ke Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Indonesia bergabung bersama sejumlah negara lain, antara lain Argentina, Bahrain, Belarus, Mesir, Hungaria, Israel, Yordania, Maroko, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, serta beberapa negara lainnya.

Namun, negara-negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Inggris telah menyatakan penolakan terhadap inisiatif tersebut. Sementara itu, negara-negara besar lain seperti Australia, Brasil, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia hingga kini belum mengambil keputusan.

Menteri Luar Negeri Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” tulis Kemenlu dalam unggahan media sosial X, Kamis (22/1/2026).

Para menteri negara tersebut juga menegaskan kembali dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump. Mereka mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana dimuat dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menginisiasi pembentukan Dewan Perdamaian, organisasi internasional yang bertujuan menyelesaikan berbagai konflik global.

Dewan eksekutif organisasi ini akan dipimpin oleh Trump dengan beranggotakan tujuh tokoh penting, yakni mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner. Kemudian, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

SR – Lechie

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments