Rabu, Maret 4, 2026
Google search engine
BerandaDaerahKronologi Serangan Hingga Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

Kronologi Serangan Hingga Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei

saranarakyat.com :Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas setelah rangkaian serangan militer besar yang mengguncang Iran dan memicu ketegangan global. Kabar kematian tersebut akhirnya dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat, mengakhiri spekulasi internasional selama dua hari terakhir.

Kronologi Serangan Hingga Kematian

Ketegangan memuncak ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi militer besar terhadap Iran pada akhir Februari 2026.  Operasi tersebut disebut melibatkan kerja sama militer dengan Israel di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Target utama serangan meliputi Fasilitas nuklir Iran, Instalasi militer strategis, Kompleks keamanan elite pemerintahan.  Pada Sabtu malam waktu Teheran gelombang serangan udara menghantam ibu kota Teheran. Ledakan terjadi dalam radius dekat kompleks kediaman Khamenei, citra satelit memperlihatkan kerusakan berat, bangunan hangus, serta puing-puing di lokasi, pada tahap ini, nasib Khamenei masih belum jelas.

Beberapa jam setelah serangan, Trump menyatakan Khamenei telah tewas dalam operasi, Netanyahu menyebut terdapat “indikasi kuat” kematian pemimpin Iran.  Namun pemerintah Iran awalnya membantah; Pejabat Iran menyatakan Khamenei masih hidup, Situasi informasi di dalam negeri menjadi simpang siur.

Pada Minggu (1 Maret 2026), Televisi pemerintah Iran secara resmi mengumumkan Khamenei telah meninggal dunia pada usia 86 tahun.  Negara tersebut menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.  Khamenei telah menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989 dan merupakan figur paling berpengaruh dalam kebijakan militer, politik, dan keamanan negara. (Gulf News)

Serangan besar menyebabkan; ratusan korban jiwa dan luka-luka, puluhan provinsi terdampak, infrastruktur militer dan pemerintahan rusak, bandara dan wilayah udara Iran sempat ditutup, sementara keamanan nasional berada dalam status siaga tinggi.

Kematian Khamenei memicu; krisis suksesi kepemimpinan, kekhawatiran stabilitas internal, potensi konflik elite politik dan militer.  Para analis menilai momen ini menjadi titik paling kritis bagi masa depan Republik Islam Iran sejak revolusi 1979.

Washington dan Tel Aviv menyatakan kematian Khamenei sebagai hasil operasi militer strategis yang ditujukan untuk menghentikan ancaman nuklir Iran.  Banyak negara menyerukan penghentian konflik, termasuk Indonesia.  Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog damai guna mencegah eskalasi lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Kematian Khamenei terjadi di tengah; serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan militer di Timur Tengah, ancaman penutupan jalur energi strategis, dan ketegangan militer lintas Negara, dunia kini menghadapi risiko eskalasi konflik terbesar di kawasan dalam beberapa dekade.

Kematian Ayatollah Ali Khamenei menandai perubahan besar dalam lanskap politik Iran dan geopolitik global. Peristiwa ini tidak hanya menjadi akhir dari era kepemimpinannya selama lebih dari tiga dekade, tetapi juga membuka babak baru ketidakpastian bagi stabilitas Timur Tengah.

SR – Lechie

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments