Rabu, April 1, 2026
Google search engine
BerandaBudayaLebaran 2026 Berbeda Lagi, Pemerintah Tetapkan 21 Maret, Muhammadiyah 20 Maret

Lebaran 2026 Berbeda Lagi, Pemerintah Tetapkan 21 Maret, Muhammadiyah 20 Maret

saranarakyat.com: Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil dalam sidang isbat yang digelar di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, hasil pemantauan hilal di seluruh wilayah Indonesia menunjukkan posisi bulan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Karena itu, Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari.

“Disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers.

Muhammadiyah Lebih Dulu Tetapkan

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih awal menetapkan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi rujukan organisasi tersebut.

Perbedaan ini kembali menegaskan adanya dua pendekatan utama dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia, yakni metode rukyat yang digunakan pemerintah dan metode hisab yang digunakan Muhammadiyah.

Hilal Belum Penuhi Kriteria

Berdasarkan paparan Tim Hisab Rukyat, posisi hilal saat matahari terbenam di Indonesia belum mencapai kriteria minimum yang disepakati negara-negara anggota MABIMS, yakni tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Data tersebut diperoleh dari pemantauan di berbagai titik di Indonesia dan dikonfirmasi dengan hasil rukyatul hilal sebelum diputuskan dalam sidang isbat.

Sidang ini turut melibatkan sejumlah lembaga seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perwakilan organisasi masyarakat Islam.

Lebaran Dunia Juga Tak Seragam

Perbedaan penetapan Idulfitri juga terjadi secara global. Sejumlah negara seperti Afghanistan, Mali, dan Niger merayakan Lebaran lebih awal pada 19 Maret 2026.

Sementara itu, negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Turki menetapkan Idulfitri pada 20 Maret 2026. Adapun Singapura mengikuti penetapan yang sama dengan Indonesia, yakni 21 Maret 2026.

Imbauan Tetap Rukun

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghormati perbedaan yang terjadi. Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhman, menekankan bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang wajar.

Ia meminta umat Islam di Indonesia tetap menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.

Dengan demikian, Idulfitri 1447 Hijriah di Indonesia kembali berpotensi dirayakan dalam dua waktu berbeda, sebagaimana yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

SR – thalita

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments