Rabu, Juli 15, 2026
Google search engine
BerandaDaerahKejagung Buka Suara soal Dugaan Bunker Lain Terkait Kasus Febrie, Penyidik: Akan...

Kejagung Buka Suara soal Dugaan Bunker Lain Terkait Kasus Febrie, Penyidik: Akan Ditelusuri

Jakarta, saranarakyat.com  – Kejaksaan Agung (Kejagung) merespons munculnya informasi mengenai dugaan adanya sejumlah “bunker” lain yang disebut berkaitan dengan perkara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kejagung menegaskan setiap informasi akan ditelusuri sepanjang memiliki relevansi dengan proses penyidikan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna mengatakan penyidik tidak bekerja berdasarkan opini publik, melainkan mengedepankan alat bukti dan kepentingan penyidikan.

“Ya makanya kita telusuri. Kita tidak berdasarkan opini, tapi kita lihat dulu berdasarkan kepentingan penyidikan,” kata Anang kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurut Anang, penyidik akan mengkaji setiap informasi yang masuk untuk menentukan apakah diperlukan langkah penyidikan lanjutan.

“Kalau menurut penyidik ada hal-hal yang perlu kita lakukan untuk ditambahkan, pasti kita lakukan,” ujarnya.

DPR Singgung Dugaan Bunker Lain

Pernyataan Kejagung itu menanggapi pernyataan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang sebelumnya mengungkap adanya informasi mengenai dugaan lokasi lain yang berpotensi menyimpan barang bukti dalam perkara yang menjerat Febrie Adriansyah.

Dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (11/7), Habiburokhman menyebut kasus tersebut sebagai salah satu perkara korupsi besar karena banyaknya barang bukti yang telah diamankan aparat penegak hukum.

“Informasinya ada beberapa tempat lagi yang juga berpotensi dilakukan penggeledahan, bunker-bunker lainnya,” kata Habiburokhman.

Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci lokasi maupun bentuk barang bukti yang dimaksud.

Panja DPR Awasi Penanganan Kasus

Habiburokhman mengatakan Komisi III DPR telah membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengawasi jalannya proses penanganan perkara tersebut.

Menurutnya, pengawasan dilakukan agar proses penegakan hukum berjalan secara transparan, profesional, dan akuntabel mengingat besarnya perhatian publik terhadap perkara ini.

Ia juga menyebut penanganan kasus dilakukan secara sinergis oleh Kejaksaan Agung bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, dengan supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Terkait penanganan perkara ini, leading sector-nya Jampidsus, tetap bersinergi dengan Kortastipidkor dan nanti akan disupervisi oleh KPK, serta diawasi langsung oleh Panja yang kita bentuk,” ujarnya.

Kejagung: Semua Berdasarkan Alat Bukti

Kejagung menegaskan proses penyidikan akan tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku. Informasi yang berkembang di ruang publik, termasuk dugaan adanya lokasi penyimpanan barang bukti lain, akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti.

Hingga kini, penyidik belum menyampaikan adanya penggeledahan baru maupun memastikan keberadaan bunker lain sebagaimana informasi yang berkembang. Kejagung menegaskan setiap langkah penyidikan akan dilakukan berdasarkan kecukupan alat bukti dan kebutuhan penanganan perkara.

Kasus yang menjerat Febrie Adriansyah sendiri masih menjadi perhatian publik dan DPR. Sejumlah perkembangan penyidikan diperkirakan masih akan terus bergulir seiring pendalaman yang dilakukan aparat penegak hukum.

SR – Lechie

Catatan redaksi: Artikel ini disusun dengan prinsip keberimbangan. Istilah “bunker” merupakan istilah yang disampaikan narasumber dan masih berupa dugaan yang sedang dalam proses penelusuran oleh penyidik. Hingga saat ini belum ada penetapan atau putusan pengadilan yang membuktikan keberadaan “bunker” lain sebagaimana disebutkan dalam pernyataan tersebut.

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments