Rabu, Juli 8, 2026
Google search engine
BerandaDaerahPrabowo Bidik Investasi Farmasi India, Indonesia Jajaki Pabrik Obat dan Alih Teknologi

Prabowo Bidik Investasi Farmasi India, Indonesia Jajaki Pabrik Obat dan Alih Teknologi

Jakarta, saranarakyat.com – Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama strategis dengan India untuk memperkuat industri farmasi nasional. Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah pembangunan pabrik obat di Indonesia disertai skema transfer teknologi dari perusahaan farmasi India.

Rencana tersebut mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Selasa (7/7/2026).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kerja sama dengan India dinilai penting karena negara tersebut dikenal sebagai salah satu produsen obat generik terbesar di dunia dengan biaya produksi yang sangat kompetitif.

“India produksi obatnya harganya luar biasa murah. Bapak Presiden ingin menjajaki kerja sama yang dapat saling menguntungkan, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dan sektor farmasi kedua negara,” kata Budi kepada wartawan usai pertemuan bilateral.

Bukan Sekadar Impor, Indonesia Ingin Produksi di Dalam Negeri

Menurut Budi, pemerintah tidak hanya ingin meningkatkan perdagangan produk farmasi dengan India, tetapi juga mendorong alih teknologi agar Indonesia memiliki kemampuan memproduksi obat secara mandiri.

Salah satu skenario yang sedang dibahas adalah pembangunan fasilitas produksi atau pabrik farmasi di Indonesia dengan dukungan teknologi dari mitra India.  “Yang dijajaki termasuk transfer teknologi dan kemungkinan membangun pabriknya di Indonesia,” ujar Budi.

Meski demikian, ia menegaskan pembahasan masih berada pada tahap awal dan belum menghasilkan kesepakatan final.  Pemerintah juga belum membahas skema pendanaan maupun nilai investasi yang akan terlibat dalam proyek tersebut.

India, “Apotek Dunia”

India selama ini dikenal sebagai “Pharmacy of the World” atau apotek dunia karena menjadi salah satu pemasok terbesar obat generik dan bahan baku farmasi ke berbagai negara.

Negeri tersebut menguasai pangsa pasar global untuk berbagai jenis obat generik, vaksin, hingga produk farmasi dengan harga yang relatif lebih murah dibanding banyak negara lain.

Keunggulan itu membuat banyak negara menjadikan India sebagai mitra strategis dalam menjaga ketahanan pasokan obat, terutama setelah pandemi COVID-19 memperlihatkan pentingnya rantai pasok farmasi yang kuat.

Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Baku

Bagi Indonesia, kerja sama ini dinilai strategis karena industri farmasi nasional masih bergantung pada impor bahan baku obat (Active Pharmaceutical Ingredients/API).

Selama bertahun-tahun, sebagian besar bahan baku farmasi masih didatangkan dari luar negeri sehingga membuat industri domestik rentan terhadap gangguan pasokan global maupun fluktuasi nilai tukar.

Melalui transfer teknologi dan pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, pemerintah berharap kemampuan industri nasional meningkat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Selain memperkuat ketahanan kesehatan nasional, langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja baru, dan mempercepat penguasaan teknologi manufaktur farmasi.

Sejalan dengan Hilirisasi Industri

Rencana kerja sama dengan India juga dinilai sejalan dengan strategi pemerintah yang mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah industri di dalam negeri.

Alih teknologi menjadi salah satu fokus agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk kesehatan, tetapi juga berkembang sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun pasar regional.

Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat mendorong lahirnya ekosistem farmasi yang lebih kuat, mulai dari produksi bahan baku, manufaktur obat, hingga pengembangan riset dan inovasi kesehatan.

Masih Tahap Penjajakan

Meski peluang kerja sama terbuka lebar, Kementerian Kesehatan menegaskan seluruh pembahasan masih berada pada tahap penjajakan.  Belum ada keputusan mengenai lokasi pembangunan pabrik, mitra perusahaan yang akan terlibat, maupun nilai investasi yang disiapkan.

Namun, pemerintah optimistis kerja sama Indonesia–India di sektor farmasi dapat menjadi salah satu agenda ekonomi strategis kedua negara dalam beberapa tahun mendatang, terutama di tengah upaya memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional dan meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia di kawasan Asia.

SR – Lechie

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments