Kamis, Juni 25, 2026
Google search engine
BerandaDaerahEmiten Milik Hashim Cari Dana Rp 5 Triliun, Siap Bangun Jaringan Internet...

Emiten Milik Hashim Cari Dana Rp 5 Triliun, Siap Bangun Jaringan Internet Jumbo di Jawa

Jakarta,saranarakyat.com – Emiten teknologi dan telekomunikasi PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menggelar aksi penggalangan dana besar-besaran dengan target mencapai Rp 5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan jaringan internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) yang menjadi salah satu proyek digital terbesar perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan Rabu (24/6/2026), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Hashim Djojohadikusumo itu menawarkan obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan masing-masing senilai Rp 2,5 triliun.

Pada tahap pertama, WIFI menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,25 triliun yang terdiri dari tiga seri dengan kupon menarik, mulai dari 9,15% hingga maksimal 11,75% per tahun.

Tak hanya itu, perseroan juga menerbitkan sukuk ijarah senilai Rp 1,25 triliun dengan tingkat imbal hasil yang setara, sehingga total dana yang dihimpun pada tahap awal mencapai Rp 2,5 triliun.

Kupon Tembus 11,75%

Dalam penawaran obligasi tersebut, WIFI menawarkan tiga pilihan tenor.

Seri A memiliki tenor 370 hari dengan kupon tetap 9,15% per tahun. Seri B bertenor dua tahun dengan kupon 10,75% per tahun. Sedangkan seri C menawarkan tenor tiga tahun dengan kupon tertinggi mencapai 11,75% per tahun.

Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, sementara pelunasan pokok dilakukan sekaligus saat jatuh tempo atau menggunakan skema bullet payment.

Skema serupa juga diterapkan pada instrumen sukuk ijarah yang diterbitkan perseroan.

Untuk Bangun Infrastruktur Internet

Manajemen WIFI menjelaskan seluruh dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk akan disalurkan kepada anak usaha, PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP).

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan proyek Fixed Wireless Access (FWA) berbasis spektrum frekuensi 1,4 GHz yang difokuskan di Pulau Jawa.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas akses internet broadband kepada masyarakat dengan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan infrastruktur fiber optik konvensional.

“Seluruh fasilitas pembiayaan akan digunakan sebagai belanja modal pembangunan proyek FWA, termasuk pengadaan perangkat pelanggan, perangkat jaringan radio, serta biaya instalasi,” tulis manajemen dalam prospektus.

Bidik 3,7 Juta Pelanggan

Perseroan mengungkapkan proyek FWA yang sedang dikembangkan memiliki nilai investasi sangat besar.

Hingga 2031, TKP menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 26,2 triliun untuk pembangunan sekitar 5.500 site Radio Access Network (RAN).

Melalui jaringan tersebut, perusahaan menargetkan mampu melayani hingga 3,7 juta pelanggan di berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Khusus untuk tahun 2026, kebutuhan pendanaan proyek diperkirakan mencapai Rp 7,7 triliun.

Dari dana yang diperoleh melalui penerbitan surat utang ini, sekitar 62,83% akan digunakan untuk pengadaan perangkat RAN, 23,37% untuk pembelian perangkat pelanggan atau Customer Premises Equipment (CPE), sementara sisanya digunakan untuk biaya pemasangan dan penggelaran jaringan.

Momentum di Tengah Tingginya Kebutuhan Internet

Aksi korporasi WIFI dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan internet berkecepatan tinggi di Indonesia.

Data industri menunjukkan konsumsi data nasional terus tumbuh seiring meningkatnya penggunaan layanan digital, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud computing), video streaming, hingga aktivitas ekonomi berbasis internet.

Pemerintah juga terus mendorong percepatan transformasi digital nasional melalui pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan pemerataan akses internet hingga ke daerah.

Di sisi lain, tingginya tingkat kupon yang ditawarkan WIFI dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, terutama di tengah tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang kini berada di level 5,75%.

Adapun masa penawaran umum berlangsung pada 24 Juni 2026, dengan pencatatan obligasi dan sukuk di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 29 Juni 2026.

Dalam aksi korporasi ini, WIFI menunjuk BNI Sekuritas, KB Valbury Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Maybank Sekuritas Indonesia, dan RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Sementara wali amanat dipercayakan kepada Bank BJB.

SR – Kang Oktov

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments