Mahasiswa Terdampak Musibah Bisa Kuliah Gratis hingga Lulus.
SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi akibat kehilangan orang tua sebagai penopang utama keluarga melalui Program Beasiswa Kader Sang Surya Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Program yang dikelola bersama Lazismu UMS tersebut menjadi salah satu bentuk jaring pengaman pendidikan bagi mahasiswa yang terancam menghentikan studi akibat perubahan kondisi ekonomi secara mendadak.
Berbeda dengan beasiswa prestasi pada umumnya, Beasiswa Kader Sang Surya dirancang khusus untuk membantu mahasiswa aktif UMS yang kehilangan orang tua saat masih menjalani perkuliahan. Bantuan diberikan dalam bentuk pembayaran biaya kuliah (SPP) dan dapat diperpanjang hingga mahasiswa menyelesaikan studi, dengan evaluasi setiap semester.
Fokus pada Mahasiswa yang Mengalami Krisis Ekonomi
Lazismu UMS menjelaskan, program tersebut lahir dari kepedulian terhadap mahasiswa yang mendadak mengalami tekanan finansial akibat musibah keluarga.
Tidak sedikit mahasiswa yang harus menghadapi pilihan sulit antara melanjutkan kuliah atau berhenti karena kehilangan pencari nafkah utama. Melalui program ini, UMS berupaya memastikan kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.
Persyaratan Utama
Beberapa syarat yang harus dipenuhi calon penerima antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI);
- Mahasiswa aktif UMS maksimal semester delapan;
- Orang tua sebagai tulang punggung ekonomi meninggal dunia ketika mahasiswa masih menjalani studi;
- Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga lain;
- Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75;
- Bersedia aktif dalam Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah atau membuat surat pernyataan kesediaan bergabung;
- Bersedia menjadi relawan Lazismu UMS sebagai bagian dari pembinaan karakter. (Lazismu)
Seluruh Proses Dilakukan Secara Digital
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform My Lazismu. Mahasiswa diminta mengunggah seluruh dokumen pendukung, mulai dari surat keterangan kematian orang tua, KTP, KTM, KRS, transkrip nilai, hingga bukti tagihan SPP.
Digitalisasi proses pendaftaran ini diharapkan membuat seleksi lebih transparan, efisien, dan mudah dipantau oleh calon peserta.
Bukan Sekadar Bantuan Biaya Kuliah
UMS menegaskan bahwa Beasiswa Kader Sang Surya bukan hanya memberikan dukungan finansial.
Penerima beasiswa juga akan mengikuti pembinaan kepemimpinan, penguatan karakter, kegiatan kerelawanan Lazismu, serta kaderisasi melalui organisasi Muhammadiyah.
Model pembinaan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan memimpin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. (ANTARA News Jateng)
Pendidikan Tinggi Masih Menjadi Tantangan
Program seperti Beasiswa Kader Sang Surya dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan biaya pendidikan tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perguruan tinggi di Indonesia memperluas skema bantuan pendidikan melalui kombinasi beasiswa prestasi, bantuan ekonomi, beasiswa afirmasi, hingga program yang bersumber dari zakat, infak, sedekah, maupun dana filantropi.
Pemerintah sendiri masih menjalankan sejumlah program nasional seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan berbagai beasiswa dari kementerian maupun lembaga lain. Kehadiran program filantropi kampus seperti yang dikembangkan UMS dinilai menjadi pelengkap penting untuk menjangkau mahasiswa yang menghadapi kondisi darurat dan belum sepenuhnya terakomodasi oleh skema bantuan pemerintah.
Jadwal Penting yang Perlu Diperhatikan
Berdasarkan pengumuman resmi, pengunggahan berkas Beasiswa Kader Sang Surya berlangsung hingga 5 Agustus 2026, sementara hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada pertengahan Agustus setelah seluruh tahapan verifikasi administrasi dan seleksi selesai.
Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, program ini menjadi kesempatan untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya kuliah setelah mengalami musibah keluarga.
Dengan menggabungkan bantuan finansial, pembinaan karakter, dan aktivitas kerelawanan, UMS berharap para penerima beasiswa tidak hanya berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setelah lulus.
SR – Lesly waluyo


