Minggu, Agustus 2, 2026
Google search engine
BerandaDaerahHarga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus.

Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus.

Masyarakat Nikmati BBM Lebih Murah di Tengah Tren Pelemahan Harga Minyak Dunia.

Jakarta, saranarakyat.com – PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026. Penyesuaian kali ini membawa kabar baik bagi masyarakat karena sejumlah produk BBM unggulan mengalami penurunan harga, termasuk Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, harga BBM diesel nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex diputuskan tetap.

Penurunan harga tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta formula penetapan harga BBM nonsubsidi yang berlaku. Pertamina menyatakan kebijakan tersebut tetap mengacu pada regulasi pemerintah dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta menjaga ketersediaan pasokan energi nasional.

Pertamax Turun, BBM Diesel Tetap

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta, harga terbaru BBM nonsubsidi menjadi sebagai berikut:

  • Pertamax (RON 92) turun 250 menjadi Rp15.950 per liter.
  • Pertamax Green 95 turun 000 menjadi Rp16.600 per liter.
  • Pertamax Turbo (RON 98) turun 300 menjadi Rp18.300 per liter.
  • Dexlite tetap 700 per liter.
  • Pertamina Dex tetap 150 per liter. (Infobank News)

Sementara itu, harga BBM bersubsidi Pertalite dan Bio Solar tidak mengalami perubahan karena masih mengikuti kebijakan pemerintah.

Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Analis energi menilai penurunan harga BBM nonsubsidi tidak terlepas dari tren pelemahan harga minyak mentah global dalam beberapa pekan terakhir. Stabilnya pasokan minyak dari negara-negara produsen utama serta perlambatan permintaan energi di sejumlah negara turut memberikan ruang bagi perusahaan migas melakukan penyesuaian harga di tingkat konsumen.

Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor yang terus dipantau dalam evaluasi harga BBM setiap bulan.

Persaingan SPBU Semakin Ketat

Penyesuaian harga Pertamax juga terjadi di tengah meningkatnya persaingan bisnis BBM ritel nasional. Sejumlah operator SPBU swasta turut melakukan penyesuaian harga produk bensin beroktan tinggi pada awal Agustus, sehingga konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan. (Republika Online)

Pengamat menilai kompetisi harga antarpenyedia BBM akan mendorong peningkatan kualitas layanan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai pengguna akhir.

Berpotensi Menekan Biaya Transportasi

Turunnya harga BBM nonsubsidi diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional kendaraan pribadi maupun sektor transportasi dan logistik yang menggunakan bensin beroktan tinggi.

Meski dampaknya terhadap inflasi diperkirakan tidak terlalu besar karena BBM bersubsidi tidak berubah, penurunan harga Pertamax dinilai dapat mengurangi beban pengeluaran kelompok masyarakat yang menggunakan kendaraan berbahan bakar nonsubsidi serta pelaku usaha yang mengandalkan mobilitas tinggi.

Dengan evaluasi harga yang dilakukan setiap bulan, pelaku usaha dan masyarakat diimbau terus memantau perkembangan harga energi global karena perubahan harga minyak mentah maupun nilai tukar rupiah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi penyesuaian harga BBM nonsubsidi di Indonesia.

SR – Poltje

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments