Selasa, Juni 16, 2026
Google search engine
BerandaDaerahKertajati Bisa Hidup Lagi Lewat Proyek Servis Hercules, Pakar Ingatkan Soal Kedaulatan

Kertajati Bisa Hidup Lagi Lewat Proyek Servis Hercules, Pakar Ingatkan Soal Kedaulatan

saranarakyat.com:  Pemerintah tengah menjajaki pemanfaatan Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, sebagai pusat perawatan pesawat angkut C-130 Hercules untuk kawasan Asia. Rencana tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menawarkan pemusatan layanan perawatan pesawat Hercules di Indonesia dengan dukungan pembiayaan dari pihak AS.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pemerintah telah mengusulkan Kertajati sebagai lokasi pengembangan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) tersebut. Namun, hingga saat ini pembahasan masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final terkait model kerja sama maupun aspek teknis lainnya.

Sejumlah pengamat menilai proyek tersebut berpotensi memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia. Selain membuka peluang bisnis perawatan pesawat di kawasan Asia-Pasifik, fasilitas itu juga dapat mendorong transfer teknologi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat industri penerbangan dan pertahanan nasional.

Keberadaan pusat MRO juga dinilai dapat membantu menghidupkan kembali Bandara Kertajati yang selama ini belum optimal sebagai bandara penumpang. Sepanjang 2024, bandara yang mulai beroperasi pada 2019 itu hanya melayani sekitar 413 ribu penumpang, jauh di bawah target pemerintah.

Pengamat pertahanan menilai luas lahan Kertajati menjadi salah satu keunggulan untuk mendukung pembangunan fasilitas perawatan pesawat. Aktivitas baru di kawasan tersebut juga diperkirakan dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan sektor pendukung seperti transportasi, perhotelan, dan kuliner.

Meski demikian, sejumlah pakar mengingatkan pemerintah agar menjelaskan secara terbuka bentuk kerja sama yang akan dibangun. Mereka menilai kejelasan mengenai kepemilikan fasilitas, pengelolaan akses, serta keterlibatan personel asing menjadi faktor penting untuk menjaga kedaulatan nasional dan menghindari munculnya persepsi bahwa Indonesia semakin masuk ke dalam arsitektur militer Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh pembahasan masih berada pada tahap penjajakan. Pemerintah menyatakan setiap keputusan nantinya akan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia.

Para analis menilai keberhasilan proyek tersebut akan sangat ditentukan oleh kemampuan Indonesia memastikan adanya alih teknologi dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri, sehingga manfaat yang diperoleh tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga memperkuat kemandirian sektor pertahanan nasional.

SR – Chiko

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments